Pulang (2)
Walaupun aku berdiri di kerumunan manusia,
yang semua bercakap, suara mereka memenuhi
seluruh pojok ruangan
Suara mereka tak kudengar
Hanya tawamu yang lucu
Yang berdendang di gendang telinga
Walaupun cahaya berkelap-kelip di setiap dinding
Merah, kuning, hijau, biru, semuanya
yang membuat orang-orang terkesima
Tak dapat menarik perhatianku
Karena mata melihat kedepan,
saat dimana ku melihatmu lagi
Walaupun wewangian tercium sepanjang jalan
dari bunga yang tertata rapi di sepanjang jalan
dan daun yang lebat di taman bandara
Aku hanya menantikan harumnya parfum
yang harum bak bunga bakung
saat kau kembali dalam pelukan
Sudah seabad rasanya ku berada dalam lamunan
duduk tanpa kata diantara manusia-manusia
Semua menunggu panggilan
Untuk pulang ke rumah
yang semua bercakap, suara mereka memenuhi
seluruh pojok ruangan
Suara mereka tak kudengar
Hanya tawamu yang lucu
Yang berdendang di gendang telinga
Walaupun cahaya berkelap-kelip di setiap dinding
Merah, kuning, hijau, biru, semuanya
yang membuat orang-orang terkesima
Tak dapat menarik perhatianku
Karena mata melihat kedepan,
saat dimana ku melihatmu lagi
Walaupun wewangian tercium sepanjang jalan
dari bunga yang tertata rapi di sepanjang jalan
dan daun yang lebat di taman bandara
Aku hanya menantikan harumnya parfum
yang harum bak bunga bakung
saat kau kembali dalam pelukan
Sudah seabad rasanya ku berada dalam lamunan
duduk tanpa kata diantara manusia-manusia
Semua menunggu panggilan
Untuk pulang ke rumah
Comments
Post a Comment