Untuknya Yang Menetap di Kalbu (6)
Sudah satwasa ia berada
Di keseharian dan pikiran,
Di kalbu, selalu menetap
Menjadi bagian dari jiwa dan raga
Sudah satwasa ia menjadi teladan,
Bagi hati yang dulu keras, dan
Ego yang dulu membelenggu,
Semua luntur, karenanya
Sudah satwasa bersama,
Walaupun kata sayang tak sering terucap
Ingatlah bahwa syukur selalu
terpanjatkan Kepada-Nya,
untuk cahaya yang selalu menemani,
untuk kau yang menetap di kalbu
Comments
Post a Comment