Di Sudut Pandangan (1)

Kau sekedar bunga anggrek di sudut pandangan
Yang indahnya melengkapi pemandangan
Tapi tak menjadi sumber gubrisan
Yang semerbaknya menarik perhatian
Tapi hanya melekat untuk sementara

Aku kenal dirimu
Gerak-gerikmu,
dan perawakanmu,

Sempat ku mengagumimu
Layaknya bujang kepada dewi
Tetapi hanya sesaat,
dari jauh

Namun mengapa sekarang kau berpindah,
dari anggrek di sudut pandangan
menjadi hamparan bunga yang selalu terlihat
dimanapun kuberada?
Menjadi wangi semerbak yang mengikuti
setiap saat?

Kekaguman itu lalu berubah
menjadi keinginan
untuk lebih mengenal
satu jiwa indah ciptaan Tuhan

Dan saat itu pula aku jatuh cinta

Comments

Popular Posts